NAMA : Darvian Dio Prakoso
NIM : 115020207111026
Pepsodent
adalah pasta gigi yang paling terkenal dan tertua di Indonesia, sejak awal
keberadaannya selalu memberikan lebih dari sekedar kemanjuran dasar. Pepsodent
adalah pasta gigi pertama di Indonesia yang kembali meluncurkan pasta gigi
berflorida pada tahun 1980-an dan satu-satunya pasta gigi di Indonesia yang
secara aktif mendidik dan mempromosikan kebiasaan menyikat gigi secara benar
melalui program sekolah dan layanan pemeriksaan gigi gratis. Sejak itu
Pepsodent telah melengkapi jajaran produknya mulai dari pembersihan dasar
hingga pasta gigi dengan manfaat lengkap.
Pepsodent
telah menjadi market leader dan menguasai pangsa pasar untuk
produk pasta gigi. Saat ini produk Pepsodent memiliki bermacam – macam varian
yaitu klasik, herbal, whitening, complete care dan anak – anak. Selama brand
mix-nya kuat akses ke konsumen menjadi makin mudah. banyak masyarakat Indonesia
yang belum mengerti cara menyikat gigi dengan benar. Di situlah Pepsodent
menangkap peluang untuk menyosialisasi sekaligus memberi pengetahuan mengenai
kesehatan gigi. Tujuannya, meningkatkan kesehatan gigi dan mulut bangsa
Indonesia.
- Segmentasi (Segmenting)
Proses segmentasi berbeda dari
positioning pasar (menerapkan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk setiap
segmen). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kelompok pelanggan yang sama
dan pelanggan potensial, untuk memprioritaskan kelompok, untuk memahami
perilaku mereka dan untuk merespon strategi pemasaran yang tepat dalam memenuhi
preferensi yang berbeda dari setiap segmen yang dipilih. Peningkatan segmentasi
dapat menyebabkan efektivitas pemasaran meningkat secara signifikan. Segmentasi
pasar mengacu pada proses pembentukan kelompok kecil dalam pasar yang besar,
sehingga dapat menentukan konsumen mana yang memiliki keinginan dan kebutuhan
yang sama.
Segmenting
pada Pepsodent sudah sangat luas. Sehingga dengan begitu nama Pepsodent dapat
menjadi pilihan pertama yang melintas dibenak hampir seluruh masyarakat
Indonesia. Target pasar produk Pepsodent ini adalah konsumen semua usia, baik
mulai anak-anak sampai dewasa. Pepsodent mengelompokkan produknya berdasarkan
usia. Untuk anak-anak disesuaikan dengan rasa yang biasanya disukai oleh
anak-anak dan mengandung mint yang lebih sedikit. Untuk produk anak-anak antara
lain: Kids, Gigi Susu Strawberry, dan Gigi Susu Orange. Untuk dewasa antara
lain: Complete 12, Complete Care, Herbal, Sensitive, Whitening, White, Dan
Pepsodent White Now. Untuk dewasa setiap jenis produk memiliki fungsi yang
berbeda-beda ini menunjukkan bahwa Pepsodent ingin memenuhi kebutuhan konsumen
di setiap masalah gigi yang berbeda-beda. Pepsodent juga dapat digunakan untuk
semua jenis kelamin.
Pepsodent
memasarkan produknya melalui media elektronik dan media cetak yang menarik,
dengan media elektronik yaitu melalui media periklanan. Pepsodent juga
memasarkan produknya melalui media-media cetak seperti melalui bilboard atau
majalah. selain itu Pepsodent juga memperkenalkan produknya melalui event-event
yang mereka buat, salah satu contohnya yaitu SENYUM PEPSODENT, melalui
event ini Pepsodent memperkenalkan produknya secara langsung dengan memberikan
pengetahuan tentang manfaat bersikat gigi, cara sikat gigi dengan benar.
Melalui event ini lah Pepsodent dapat merebut hati masyarakat agar masyarakat
menggunakan produknya, dengan event ini juga Pepsodent mengenalkan produknya
agar lebih dikenal di masyarakat dan di pasaran, melalui event ini juga
Pepsodent memberikan sikat gigi dan pasta gigi gratis kepada para pesertanya,
ini juga salah satu cara untuk merebut hati masyarakat.
- Target (Targetting)
Targeting adalah
persoalan bagaimana memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Targeting atau
menetapkan target pasar merupakan tahap selanjutnya dari analisis segmentasi.
Produk dari targeting adalah target market (pasar sasaran), yaitu satu atau
beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran.
Kadang-kadang targeting juga disebut selecting karena marketer harus
menyeleksi. Targeting merupakan proses mengevaluasi segmen pasar dan memusatkan
upaya pemasaran pada negara, kawasan atau kelompok orang yang memiliki potensi
signifikan untuk beraksi secara positif terhadap stimulus pemasaran dari
perusahaan. Proses targeting mencerminkan kenyataan bahwa perusahaan harus
mengidentifikasi pelanggan yang dapat diakses dan dilayani secara efektif dan
efisien.
Targeting
pada Pepsodent adalah dua digit angka pertumbuhan meskipun timbul persaingan
ketat di kategori utama. Home dan Personal Care secara keseluruhan tumbuh
11,2%. Kategori produk kami termasuk sukses dalam penjualannya. Marjin laba
usaha masih memuaskan yang mencapai 20,3% dari penjualan. Pada dasarnya laba
bersih sedikit dibawah tahun-tahun sebelumnya disebabkan oleh marjin yang lebih
rendah dan adanya selisih nilai tukar mata uang asing (keuntungan Rp 8 miliar
di tahun 2005 dan Rp 34 miliar di tahun 2004 dengan pergerakan sebesar Rp 26
miliar). Tahun 2012 laba per saham mencapai Rp 189 per saham.
Pepsodent
memiliki komitmen untuk terus menerus mengadakan perbaikan dalam pengelolaan
dampak lingkungan dan mendukung sasaran jangka panjang untuk mengembangkan
suatu bisnis yang berdaya tahan. Pepsodent akan bekerja sama dalam kemitraan
dengan pihak lain untuk menggalakkan kepedulian lingkungan, meningkatkan
pemahaman akan masalah lingkungan dan menyebarluaskan budaya karya yang baik.
Pepsodent tidak menerima ataupun memberi, entah secara langsung dan tidak
langsung, suapan atau keuntungan lainnya yang tidak pantas demi keuntungan
bisnis atau finansial. Tidak satu pun karyawan kami yang boleh menawarkan,
memberi ataupun menerima hadiah atau pembayaran yang merupakan, atau dapat
diartikan sebagai sarana suap. Setiap tuntutan, atau penawaran suap harus
ditolak langsung dan dilaporkan kepada manajemen. Catatan akuntansi dan dokumen
pendukungnya harus secara tepat menjelaskan dan mencerminkan kondisi
transaksinya. Tidak ada transaksi dana atau aset yang disembunyikan atau tidak dicatat.
Semuanya akan dicatat serta dibukukan.
- Posisi (Positioning)
Salah
satu brand yang berhasil mengakar kuat dan sudah lama di Indonesia adalah
produk pasta gigi Pepsodent. Perjalanan panjang Pepsodent menunjukkan semakin
kuatnya brand ini. Berbagai upaya yang telah dilaksanakan Unilever berbuah
manis. Pepsodent pada awal launching melaksanakan positioning pada gigi lebih
putih dan sehat yang selanjutnya disempurnakan sebagai perawatan gigi.
Positioning
adalah suatu usaha melekatkan persepsi atas suatu produk pada sekelompok pasar
atau segmen tertentu agar produk itu mampu dianggap lebih dan cocok dengan
keinginan dan kebutuhan segment tersebut, semua dalam rangka membangun persepsi
positif. Sehingga pada segmen yang berbeda memerlukan strategi positioning yang
berbeda, atau dengan memperluas, memperbaiki, menambah atas strategi
positioning yang telah ada. Strategi positioning sebagai dasar dari strategi
pemasaran dan menjadi dasar yang populer dari pengembangan strategi kreatif.
Gagasan umum dari positioning adalah menempatkan sebuah produk untuk
mendapatkan posisi yang baik dalam benak konsumen. Merek yang telah memiliki
posisi mapan dalam benak akan menjadi faktor pengaruh yang kuat pada saat
konsumen memerlukan solusi.
Pepsodent
yang dulu juga membangun positioning statement “Gigi Putih” saat ini telah
berhasil melakukan repositioning dengan “Perlindungan Gusi” dan “Perlindungan
Gigi Berlubang”. Perubahan ini bukan semata-mata kata-kata yang diubah, namun
produsen telah memikirkan perubahan kuantitatif target pasar dan segmen pasar
yang dibidik, tentu ketika seseorang mencapai usia tua dengan gigi berlubang
sangatlah tidak nyaman, sehingga Pepsodent menjadi jawabannya.